CHINA TOWN MENJELANG IMLEK

Sejak menginjakkan kaki di bandara internasional Changi, para pnumpang pesawat jual jam tangan original dari berbagai negara sudah disambut dengan tuliearssan "Happy New Year". Berbagai bentuk lampion dan hiasan serba merah tampak begitu semarak, ada dimana-mana.

Di Singapura, hari raya imlek ata Chinese New Year (tahun baru China) memang dirayakan besar-besaran. Maklum sekitar 70 persen penduduk Singapura adalah orang Tionghoa atau Chinese.

chinatown, singapura
chinatown
Dulu, ketika pemerintah Inggris masih berkuasa di Singapura, orang Tionghoa masih sedikit (minoritas). Mereka adalah imigran dari negeri China. Supaya pemerintah mudah mengaturnya, tempat tinggal merekapun dikumpulkan dalam suatu daerah yang kini disebut China Town.

Mengunjungi Singapura belum lengkap kalau belum mengunjungi Chinatown. Disini kita bisa menemukan pemandangan yang unik dan kontras, antara bangunan tua bergaya China dengan gedung-gedung pencakar langit yang berdiri dibelakangnya.

Begitu keluar dari stasiun kereta bawah tanah, suasana menyambut hari raya Imlek begitu terasa. Berbagai hiasan imlek berwarna merah ada dimana-mana. Hampir disetiap toko dan pasar kaki lima menjual makanan, pakaian dan hiasan imlek.

Berbelanja di Chinatown cukup menyenangkan. Selain harganya murah dan masih bisa ditawar, pejualnya oun sangat ramah. Eh jangan keasyikan berbelanja ya, kunjungi juga kelenteng bersejarah, Wak Hai Cheng. Bangunan kelenteng ini sangat unik. Sebuah keelenteng tua dengan latar belakang gedung modern. Kelenteng bersejarah ini dibangun sekitar tahun 1852.chinatown, singapore

Selain itu masih ada kelenteng bersejarah, Tian Hock Keng. Kelenteng ini dibangun tahun 1841 dan termasuk kelenteng tertua dan terbesar. Dulu sebelum pantainya diurug, kelenteng ini terletak di pinggir pantai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar